Bandung, 5 Januari 2026. Memulai tahun 2026, Parahyangan Center for International Studies (PACIS) menyediakan ruang bagi para dosen Hubungan Internasional yang juga peneliti PACIS untuk mempresentasikan proposal penelitian dan pengabdian masyarakat untuk tahun 2026.
Seminar tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesempatan dosen untuk saling berbagi dan mengetahui kegiatan-kegiatan penelitian dan abdimas yang dilakukan oleh para dosen Hubungan Internasional di Unpar. Proposal yang diseminarkan umumnya adalah rencana kegiatan yang akan diajukan ke Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unpar untuk mendapatkan dukungan pendanaan.
Topik-topik yang dipaparkan bervariasi dan ini menunjukkan keunggulan HI Unpar untuk terus mengembangkan ekpertise sumber daya manusia yang menjadi pilar Program Studi Hubungan Internasional. Masing-masing dosen membentuk kelompok penelitian dan abdimas dan merekruit mahasiswa sebagai asisten peneliti, serta menjalin kemitraan dengan Lembaga-lembaga eksternal di Tingkat daerah, nasional dan internasional.
Dalam kesempatan tersebut, masing-masing ketua kelompok memaparkan proposal yang telah disiapkan untuk diajukan ke LPPM.
Angguntari mempresentasikan topik penelitian tentang “The Role of Indonesia and Turkey in Promoting Democracy abroad in the Post-Liberal Order” yang rencananya akan dilakukan bersama Cagla Kilic Bilkent University. Angguntari memiliki ketertarikan dengan kajian Politik Luar Negeri dan isu-isu keamanan non tradisional
Elisabeth Satya Dewi, pakar kajian Gender mempresentasikan proposal penelitian berjudul “Audit Partisipatoris dan Inklusif dalam Proses Transisi Satgas PPKS dan Satgas Wellbeing menuju Satgas PPKPT di Universitas Katolik Parahyangan” dan proposal Abdimas “Penguatan Kesadaran Hukum Dan Perlindungan Pekerja Migran: Pelatihan Paralegal Untuk Pencegahan Dan Penanganan Pmi Non-Prosedural Di Kabupaten Indramayu.”

Albert Triwibowo yang memiliki ekpertise dalam softpower diplomacy, memaparkan Proposal Abdimas tentang Public Speaking untuk siswa-siswa SMA yang menjadi mitra Prodi Hubungan Internasional Unpar, sementara Jessyca Martha, ahli diplomasi, mempresentasikan Proposal Abdimas Penguatan Kompetensi Komunikasi Publik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bandung. Pakar komunikasi internasional lain, Adhi Bhaskara: Program Pelatihan Penulisan Akademik dan sosialisasi publikasi penulisan ilmiah bagi pelajar SMA Kota Bandung
Aknolt K Pakpahan yang memiliki keahlian di bidang ekonomi politik berbagi rencana penelitiannya yang berjudul Politik Ekonomi Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia dan Target Nol Emisi Karbon dan Proposal Abdimas Peningkatan Literasi Digital dan Sustainable Waste management Lanjutan di SOS Children’s Village Lembang.
Pakar diplomasi pertahanan Unpar, Idil Syafwi mewakili Ratih Indraswari dan tim memaparkan Proposal Abdimas Penguatan Kapasitas Negosiasi dan Diplomasi PT Len Industri (DEFEND ID).
Rizky Widian yang memiliki ketertarikan kuat dalam isu-isu keamanan non tradisional mengajukan penelitian tentang ”Peran Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kamboja dalam Melindungi Pekerja Migran Indonesia di Tengah Tantangan dan Ketiadaan Perjanjian Penempatan Tenaga Kerja Bilateral.”
Pakar hukum internasional dan studi komparasi, Giandi Kartasasmita mewakili Ratih Indraswari dan Prisca mempresentasikan rancangan penelitian kuantitatif yang berjudul: Does Flexibility undermine Cohesion? Empirical Evidence from ASEAN (1967-2024)”
Yulia Indrawati Sari memaparkan proposal penelitian terkait dengan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) di kalangan mahasiswa di Kota Bandung: Analisis Bentuk, Pola, dan Kapasitas Institusional. Yulia memiliki ekspertise dan aktif dalam isu-isu gender di Unpar.
Stanislaus Apresian Risadi, ahli ekonomi politik, mempresentasikan Proposal Penelitian yang dikerjakan bersama anggota BRIN dengan tema Desentralisasi Energi Terbarukan dan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Program Energi Komunitas. Studi Kasus Gunung Halu Jawa Barat dan Kali Bawang Kulon Progo) dan Proposal Abdimas Peningkatan Kapasitas Adaptasi SOS Children’s Village Semarang Terhadap Bencana Banjir dan Kekeringan.
Annisa P Wiharani yang memiliki ketertariakan dalam komuniksi digital, memaparkan proposal penelitian tentang “Beyond Awareness: Why Indonesia’s Digital Sustainability Campaigns Fail to Become Everyday Practice.”
Pada kesempatan tersebut anggota peneliti PACIS yang lain juga berbagi rencana penelitian yang dilakukan dengan mitra-mitra eksternal. Mangadar Situmorang membagikan rencana penelitian bersama tim Pusat Studi Centre for Human Development and Social Justice (CHuDS) terkait transisi energi di beberapa tempat di Indonesia.

PACIS memiliki komitmen kuat untuk terus mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat dengan mendorong dosen-dosen untuk meningkatkan kegiatan penelitian dan abdimas dan menjalin kerja sama dengan mitra-mitra eksternal yang dapat memperkuat bidang-bidang keahlian masing-masing. Bidang keahlian tersebut dapat memperkaya bahan ajar di kelas dan nantinya berkontribusi besar dalam pengembangan kompetensi mahasiswa dan alumni HI Unpar.

