Yogyakarta, 29 Januari 2026 — Parahyangan Center for International Studies (PACIS) Universitas Katolik Parahyangan turut berpartisipasi dalam kegiatan rapat konsolidasi internal lintas Kementerian dan Lembaga yang diselenggarakan oleh Direktorat Pasifik dan Oseania, Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Yustisia, Gadjah Mada University Club, Yogyakarta, sebagai tindak lanjut atas peluncuran dokumen Indonesia’s Strategic Framework for Elevating Development Partnership with the Pacific yang telah dilakukan pada 13 November 2025 di Depok, Jawa Barat.
Rapat konsolidasi tersebut diselenggarakan sebagai upaya memperkuat komitmen kolaborasi dan keterpaduan program kerja sama pembangunan Indonesia di kawasan Pasifik hingga tahun 2029, sesuai dengan garis waktu yang ditetapkan dalam dokumen Strategic Framework. Forum ini secara khusus membahas sinkronisasi program kerja sama pembangunan di kawasan Pasifik dan Oseania agar implementasinya dapat berjalan lebih terarah, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
Dokumen Indonesia’s Strategic Framework for Elevating Development Partnership with the Pacific merupakan peta jalan terstruktur yang memuat komitmen dan rencana aksi Indonesia dalam memperkuat kemitraan pembangunan dengan negara-negara dan entitas di kawasan Pasifik. Peluncuran dokumen tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI dan menjadi wujud nyata pemenuhan komitmen Indonesia sebagaimana tertuang dalam Bali Message, hasil Indonesia–Pacific Forum for Development (IPFD) yang diselenggarakan di Bali pada 7–8 Desember 2022.
Dalam Bali Message, Indonesia menegaskan komitmennya untuk menyusun sebuah roadmap kerja sama pembangunan jangka panjang dengan negara-negara dan teritori di kawasan Pasifik, baik melalui mekanisme bilateral, multilateral, maupun kemitraan triangular. Komitmen tersebut diwujudkan melalui empat pilar utama kerja sama pembangunan. Pilar pertama mencakup pembangunan ekonomi dan konektivitas, termasuk penguatan kerja sama perdagangan, jejaring business-to-business, serta peningkatan kapasitas di bidang pemrosesan pangan, pertanian, kehutanan, dan perikanan. Pilar kedua berfokus pada pembangunan yang berpusat pada manusia, antara lain melalui penyediaan beasiswa bagi generasi muda Pasifik, pertukaran budaya, serta dukungan terhadap sektor kesehatan, pendidikan, dan pariwisata.
Pilar ketiga diarahkan pada penguatan kerja sama di bidang kelautan, lingkungan, dan keamanan, termasuk upaya pencegahan praktik Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUUF). Sementara itu, pilar keempat menitikberatkan pada manajemen bencana dan perubahan iklim, dengan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kapasitas manajemen bencana, pemulihan pascabencana, serta kemampuan search and rescue dalam kecelakaan transportasi.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PACIS UNPAR, Yulius P. Hermawan, menegaskan bahwa kemitraan pembangunan antara Indonesia dan negara-negara Pasifik merupakan pendekatan strategis untuk membangun kepercayaan, memperkuat hubungan antarmasyarakat, serta menjemput masa depan bersama yang lebih sejahtera dan tangguh di tengah berbagai tantangan global dan regional. Ia menekankan bahwa kerja sama pembangunan tidak hanya berorientasi pada hasil material, tetapi juga pada pembangunan rasa saling percaya dan solidaritas jangka panjang. Lebih lanjut, Yulius P. Hermawan menegaskan komitmen Parahyangan Center for International Studies (PACIS) untuk mendukung upaya Indonesia dalam memperkuat kemitraan pembangunan dengan negara-negara di kawasan Pasifik.
Kegiatan diskusi ini dihadiri oleh pejabat senior Kementerian Luar Negeri RI serta perwakilan dari berbagai Kementerian dan Lembaga yang diharapkan berperan aktif dalam implementasi Indonesia’s Strategic Framework for Elevating Development Partnership with the Pacific. Forum ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memastikan sinergi kebijakan dan efektivitas pelaksanaan kerja sama pembangunan Indonesia di kawasan Pasifik secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Penulis: Nazwa
Dokumentasi:



