Signifikansi Peran Government Think Tank dalam Perumusan Strategi Kebijakan Luar Negeri yang Adaptif, Inovatif dan Inklusif untuk Mendukung Perwujudan Indonesia Emas 2045

Depok, 7-8 Nopember 2025. Sebagai wujud komitmen Kementerian Luar Negeri untuk terus memperkuat perannya sebagai focal point dalam hubungan luar negeri Indonesia, Kementerian Luar Negeri sedang menyiapkan suatu Grand Design Tata Kelola Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) sebagai Government Think Tank (GDGTT). BSKLN memiliki posisi strategis untuk merumuskan rekomendasi strategi kebijakan luar negeri yang adaptif, berbasis data dan analisis yang tajam. Strategi ini sangat penting untuk mendukung diplomasi yang inovatif dalam upaya untuk mewujudkan visi Presiden menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Parahyangan Center for Internasional Studies (PACIS) menjadi narasumber dalam kegiatan kick-off penyusunan Grand Design Tata Kelola BSKLN sebagai Government Think Tank (GDGTT) yang diselenggarakan pada 7-8 Nopember 2025 di Ruang Pertemuan Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok. Dalam paparannya, Yulius P Hermawan, selaku Ketua PACIS mendukung penguatan peran strategis BSKLN untuk mendukung diplomasi Indonesia melalui penyusunan GDGTT.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045, telah dirumuskan lima sasaran utama yang ditargetkan diwujudkan di tahun 2045, saat Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaan yang ke-100. Sasaran tersebut di antaranya adalah meningkatkan kepemimpinan dan pengaruh Indonesia di dunia internasional. Target Indonesia adalah masuk 15 besar dalam Global Power Indeks.

Ketua PACIS mengingatkan bahwa untuk mewujudkan sasaran utama tersebut, Kementerian Luar Negeri seharusnya tidak lagi melakukan pendekatan business-as usual. Diperlukan inovasi-inovasi strategi kebijakan luar negeri untuk mengoptimalkan peluang dan sekaligus mengatasi tantangan-tantangan yang terus bermunculan.

Sudah saatnya Indonesia mulai berperilaku sebagai emerging power dengan terus meningkatkan kapabilitas materialnya, memperkuat ambisi diplomatik dan menunjukkan pengaruhnya yang dapat diakui oleh negara-negara emerging power lainnya. Kapabilitas material mencakup sumber-sumber militer dan ekonomi yang terus mengalami peningkatan: pertumbuhan ekonomi, perluasan pasar dan keuntungan demografik; Integrasi dalam perdagangan dunia, dominasi dalam hubungan ekonomi regional, dan daya tarik bagi investor asing.

Ambisi diplomatik ditunjukkan dengan meningkatnya keterlibatan dan signifikansi lebih tinggi dalam isu- isu dunia atau untuk memainkan pengaruh yang lebih besar dalam menentukan aturan dan arsitektur tata kelola global. Dengan demikian, pengaruh Indonesia dapat betul-betul diakui oleh negara-negara lain. Pengakuan ini merupakan cara untuk memperkuat legitimasi bagi ambisi diplomatik, sekaligus membuka jalan baru bagi peningkatan kapabilitas material emerging power.

Untuk masuk dalam 15 negara dengan pengaruh global yang diperhitungkan, Indonesia harus menyiapkan rumusan strategi yang tepat, yang kemudian dilaksanakan secara konsisten dengan tetap memperhatikan perubahan lingkungan di sekitarnya.

Tugas dan fungsi BSKLN sebagai government think tank dalam perumusan rekomendasi strategi kebijakan menjadi sangat vital. Sebagai government think tank, BSKLN perlu memiliki struktur kelembagaan dan legal yang kuat, analis strategis yang mumpuni dan sistem basis data dan pengetahuan yang unggul untuk mendukung perumusan strategi kebijakan berbasis data yang tepat dan responsif.  Dengan demikian, BSKLN Kementerian Luar Negeri akan menjalankan fungsi utamanya sebagai mesin pemikir strategis pemerintah di bidang diplomasi dan kebijakan luar negeri.

Kegiatan kick off penyusunan Grand Design Government Think Tank dibuka oleh Sekretaris BSKLN dan dimoderatori Kepala Bagian Perencanaan Sekretariat BSKLN. Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Tim Penyusun Grand Design BSKLN sebagai Government Think Tank 2025, perwakilan Kepala-kepala Pusat Strategi Kebijakan dan staf teknis terkait di BSKLN.

Penulis: YP Hermawan