HE Jess Dutton: Komitmen Kanada untuk Memperkuat Hubungan dengan Indonesia

Pada 11 Maret 2026, PACIS menyelenggarakan kuliah tamu spesial yang disampaikan oleh Duta Besar Kanada Untuk Indonesia, Bapak HE Jess Dutton. Kuliah yang diikuti sekitar 150 mahasiswa tersebut juga menghadirkan Dr. Rizky Widian, Annissa Wiharani dan Marshell Adiputra sebagai pembahas dan dipandu oleh Meyta Saraswati sebagai moderator.

Dalam paparannya, Dubes Kanada menyampaikan harapannya untuk dapat memperkuat hubungannya dengan Indonesia di berbagai bidang, termasuk perdagangan dan Pendidikan.

Kanada adalah negara terbesar kedelapan dari sisi ekonomi dan menjadi anggota G7. Kanada merupakan trading nation. Perekonomian Kanada sangat tergantung pada perdagangan di mana kontribusi perdagangan terhadap GDP mencapai 61%. Dengan pertimbangan tersebut, Kanada sangat aktif untuk meningkatkan perdagangan dengan mitra-mitranya termasuk Indonesia. Kontribusi pada perdagangan global mencapai 2,2 %, sekalipun penduduknya hanya sebesar 0,5% dari total populasi global. Ekspor Kanada mencapai 997 milyar dollars pada tahun 2025. Kanada memiliki sumber-sumber minyak dan gas dan juga sumber-sumber terbarukan yang sangat penting perekonomian Kanada.

Hubungan Kanada dan Indonesia terus meningkat dari waktu ke waktu. Indonesia menjadi mitra dagang yang penting untuk Kanada, dengan surplus di sisi Indonesia. Bagi Kanada, Indonesia merupakan pasar terbesar. Kanada mendukung program-program promosi kesetaraan gender dan perlindungan HAM bagi kaum Perempuan. Presiden Prabowo Subianto telah melakukan kunjungan kenegaraan ke Kanada dalam upaya memperkuat Kerjasama bilateral. Dalam kunjungan tersebut ditandatangani Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) oleh Menteri-menteri Perdagangan dari masing-masing negara. Kesepatan ini menjadi bentuk komitmen meningkatkan hubungan bilateral di antara kedua negara. Perundingan telah dilakukan dalam tiga tahun hingga kesepakatan berhasil dicapai dengan semangat saling memahami dan kesiapan untuk berkompromi.

Kanada juga aktif dalam mendukung ASEAN dalam mewujudkan berbagai program Kerjasama regional. Perdana Menteri Kanada telah hadir dalam KTT ASEAN sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat ASEAN tersebut.

Paparan Dubes Kanada HE Jeff Dutton mendapatkan respon positif dari para pembahas. Rizky Widiwan mengapresiasi peran Kanada sebagai middle power dalam memperkuat multilateralisme global. Annisa Wiharani menekankan pentingnya peran Kanada dalam memperkuat Kerjasama di bidang Pendidikan khususnya untuk kaum muda. Marshell Adiputra menyoroti posisi Kanada sebagai predictable and reliable partner yang dapat menopang stabilitas dalam konteks ketidakpastian global saat ini.

Sejumlah mahasiswa juga menyambut baik paparan Dubes Kanada seperti diekspresikan melalui beragam pertanyaan yang muncul termasuk tentang hubungan Kanada, Indonesia dan Global South dalam situasi yang sulit saat ini, isu kesetaraan gender dan Artik. Kuliah tamu special yang diselenggarakan dalam suasana yang hangat tersebut membantu meningkatnya pengetahuan yang mendalam di kalangan dosen dan mahasiswa Unpar terhadap hubungan Kanada dan Indonesia yang telah terbangun 1952. Diharapkan hubungan Unpar dan Kedubes Kanada untuk Indonesia juga akan semakin erat di masa-masa mendatang.