PACIS UNPAR Bahas Peluang Kerja Sama Akademik dengan Perguruan Tinggi Iran

Bandung, 27 Januari 2026 — Parahyangan Center for International Studies (PACIS), Universitas Katolik Parahyangan, menyelenggarakan diskusi akademik bersama Parisa Shahmohammadi (PhD), Research Associate di Kedutaan Besar Republik Islam Iran sekaligus peneliti asal Iran. Diskusi ini dihadiri oleh para peneliti PACIS UNPAR, antara lain Albert Triwibowo, Yulius Purwadi Hermawan, Stanislaus Risadi Apresian, Aknolt Kristian Pakpahan, Adrianus Haraswakita, I Nyoman Sudira, Idil Syawfi, Jessica Martha, Kishino Bawono, dan Rizki Widian. Pertemuan ini membahas secara konkret peluang pengembangan kerja sama akademik di bidang pendidikan, riset, dan pertukaran keilmuan antara UNPAR dan institusi pendidikan tinggi di Iran.

Diskusi menyoroti sejumlah bentuk kerja sama yang berpotensi dikembangkan, antara lain penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNPAR dan School of International Relations di Iran, pertukaran mahasiswa program sarjana dan magister, penyelenggaraan summer school dan winter school, pelaksanaan webinar tematik, serta pengembangan publikasi akademik bersama.

Delegasi Iran juga menyampaikan ketersediaan program beasiswa bagi mahasiswa Indonesia pada jenjang sarjana, magister, dan doktoral, baik dalam bentuk beasiswa penuh maupun parsial, yang diseleksi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Iran. Program studi ditawarkan dalam bahasa Persia maupun bahasa Inggris, termasuk kajian regional seperti Middle East Studies, Palestine Studies, serta berbagai bidang ilmu lainnya di universitas-universitas internasional di Iran.

Dari pihak HI UNPAR, memperkenalkan fokus keilmuan yang relevan untuk dikembangkan dalam kerja sama, khususnya kajian Timur Tengah, konflik dan perdamaian, politik global, ekonomi politik internasional, serta studi strategis. Diskusi juga membuka peluang kolaborasi riset, pemanfaatan data arsip untuk penulisan tesis mahasiswa, serta peluang magang bagi mahasiswa di perwakilan diplomatik Iran.

Diskusi ini menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk memulai kerja sama melalui langkah-langkah yang bersifat praktis dan bertahap.

Penulis: Nazwa

Dokumentasi: